Bangun startup, lebih baik kerjasama atau sendirian?

Membangun startup yang sukses, mungkin menjadi cita-cita banyak anak-anak muda saat ini.

Sudah mulai banyak yang berpikir untuk membangun usaha nya sendiri di banding menjadi karyawan.

Tapi membangun perusahaan atau startup ini tak semudah bangun di pagi hari. Haha tapi gimana mau bangun startup, bangun pagi hari aja gak bisa ?? :p

Ketika mau memulai langkah merintis usahanya, mungkin timbul pertanyaan di atas.

Sendirian atau kerja sama? Solo atau squad?

Saya akan membahas kekurangan dan kelebihan dari masing-masing pilihannya. Kita mulai dari membangun startup dengan kerja sama.

Kerja Sama

Kerja sama artinya ada 2 atau lebih orang yang bekerja secara bersama-sama mencapai satu tujuan yang sama. 

Kelebihan Kerja Sama

Satu beban yang berat akan mudah di angkat jika bersama-sama. Tapi akan jadi berat kalau hanya sendirian. 

Itu lah fungsinya kerja sama. Setiap orang yang ada saling bahu-membahu agar bagaimana cara nya bisa sampai pada tujuan.

Setiap orang akan bekerja di perannya masing-masing sehingga akan cepat sampai ke tujuan.

Setiap orang saling berpikir agar bagaimana startup nya bisa sukses dan semakin banyak orang artinya akan semakin banyak ide yang muncul untuk menyukseskan startupnya.

Kekurangan Kerja Sama

Banyak orang, banyak kepala, banyak pikiran, banyak keinginan juga bisa jadi kekurangan bekerja sama.

Karena setiap orang itu berbeda-beda, akan sangat sulit menyatukan nya jika tidak ada kejernihan hati dan ketegasan pemimpin.

Ya dalam kerja sama harus ada seorang pemimpin. Sebagaimana kita tahu di setiap startup pasti ada seorang CEO. 

Akan sangat sulit lagi jika kerja sama tapi tujuannya berbeda. Ada yang mau A, ada yang mau B, ada yang mau C. Sehingga sulit untuk bisa tercapainya tujuan bersama.

Akan sangat sulit juga mempertahankan motivasi setiap orang dengan tanpa ada nya kemauan untuk saling menerima kekurangan dan saling memperbaiki diri.

Akan sangat sulit juga bekerja sama, jika setiap orang saling menunggu-nunggu yang lainnya. Tidak mau bertindak jika orang yang lain belum bertindak.

Akan sangat sulit juga bekerja sama, jika hanya segelintir orang saja yang mau merasakan susah dan lelahnya perjuangan di startup.

Solo atau sendirian 

Membangung startup sendiri, artinya hanya ada satu pemikiran, satu perasaan, satu keinginan, satu semangat dalam startup itu. Tidak ada orang lain.

Kelebihan Sendirian

Sendirian artinya tidak akan ada yang membantah keputusan kita dalam perusahaan, tidak ada yang akan menghambat kita dalam mengeksekusi keputusan. 

Semua nya atas kehendak dari diri sendiri. 

Tapi membangun startup sendiri bukan berarti harus kerja sendirian saja. Kita bisa menghire karyawan untuk melaksanakan setiap keputusan yang kita ambil. Tapi tidak sebagai partner.

Kita juga tidak perlu ragu-ragu untuk melakukan suatu perubahaan di startup karena semua kendali ada di tangan sendiri.

Sendirian juga artinya tidak bergantung kepada orang lain. Karena hanya ada kita sendiri di startup tersebut.

Kekurangan Sendirian

Memotivasi diri sendiri adalah salah satu hal yang jarang di miliki kebanyakan orang.

Kebanyakan orang termotivasi karena adanya dorongan dari luar. Mungkin karena bos nya, atasannya, atau lingkungannya yang mengharuskan dia untuk bergerak.

Sedangkan kalau kita hanya sendirian. Berarti tidak akan ada yang memaksa kita untuk melakukan sesuatu. Tidak ada yang mendorong kita, tidak ada yang akan memarahi kita jika melakukan sesuatu yang salah.

Semua keputusan baik salah atau benar di tanggung oleh diri sendiri.

Ketiadaan yang mengkritik dan mengoreksi keputusan kita juga bisa jadi hal yang fatal, karena kita tidak ada tempat untuk berdiskusi dengan seseorang yang berperan sebagai rekan yang sepantar.

Akan jadi sangat menguntungkan jika kita adalah orang yang self motiv nya sangat baik. Akan jadi mala petakan buat kita yang baru gerak kalau di pecut.


Lalu jawabannya, mana yang lebih baik dalam merintis startup, solo atau bekerja sama?

Jawabannya ada pada diri kalian masing-masing. Coba aja semua nya. Tekuni satu cara, kalau gagal coba cara yang lain.

Kita gak tahu mana yang akan menjadi rezeki kita. Cara sendirian mungkin adalah cara yang bagus buat diri kita, tapi mungkin itu bukan cara yang bagus buat orang lain ataupun sebaliknya.

Setiap orang punya rezeki nya masing-masing, yang penting adalah kita terus berusaha saja untuk menjemput rezekinya.


Jika anda merasa artikel ini menarik dan bermanfaat, silahkan bagikan ke lingkaran pertemanan anda. Dan jangan lupa follow saya di medium untuk dapatkan tulisan seperti ini setiap minggunya. Subscribe juga channel youtube saya  karena saya upload video tiap minggu

Tolong Like dan Share ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *