Cara Menggunakan Media Sosial yang Baik dan Benar

Saya kira perlu untuk membuat panduan bagaimana tata cara menggunakan media sosial dengan baik dan benar karena selama ini saya lihat dan perhatikan bahwa …

Banyak orang yang sakit hati karena media sosial.

Banyak orang banyak ngabisin hidupnya di media sosial.

Banyak orang jadi toxic karena media sosial.

Banyak orang jadi ketagihan kesenangan palsu di media sosial.

Banyak orang masuk penjara karena media sosial.

Maka di sini saya akan memberitahukan cara nya menyikapi dan menggunakan media sosial dengan baik versi saya.

media sosial bukan tempat diskusi

Saling melempar opini di media sosial bukan tempat yang tepat. Diskusi tidak bisa di jalin di media sosial.

Ketiadaan wajah dan ketiadaan wujud emosi dari lawan diskusi membuat kita tidak berpikir dampak dari yang kita utarakan. Maksud baik bisa di tangkap buruk. Maksud buruk bisa di anggap lebih buruk.

Faktor saling tidak kenal dan menganggap tidak akan pernah bertemu di dunia nyata juga membuat orang mudah untuk mengutarakan hal buruk kepada orang lain.

Padahal kalau misalkan ketemu di dunia nyata pasti malunya minta ampun.

Maka saya tidak pernah melakukan diskusi di media sosial.

media sosial bukan tempat untuk membandingkan diri dengan yang lain

Tidak ada yang salah dengan membagikan hal-hal yang kita capai dan miliki di dunia nyata ke media sosial.

Menjadi salah ketika kita melihat postingan orang lain lalu merasa iri dan menganggap dunia ini tidak adil.

Mungkin ada teman kita yang satu angkatan saat sekolah. Sama rajinnya, sama pinternya, sama umurnya. Tapi dalam dunia nyata ketika sudah sama-sama dewasa ternyata rezeki dan takdir berbeda.

Setiap orang punya warnanya masing-masing. Punya jalannya masing-masing.

Jangan pernah membandingkan diri kita dengan orang lain.

Membandingkan diri dengan yang lain adalah cara terbaik untuk menjatuhkan mental kita sendiri.

Bangun jalanmu sendiri , lukis warna mu sendiri.

Keberadaan kita di dunia maya akan menggambarkan diri kita di dunia nyata

Ketika kita menggunakan media sosial dengan membagikan hal-hal yang baik. Berkata dengan baik, membagikan hal-hal yang bermanfaat, tidak menimbulkan perpecahan. Maka kemungkinan akan baik juga keadaan kita di dunia nyata.

Nilai kita di media sosial akan sangat bermanfaat ketika kita juga berinteraksi di dunia nyata. Dengan gampangnya saat ini kita bisa mencari informasi tentang pribadi seseorang. Tinggal ketikkan aja namanya di mesin pencari google maka akan muncul semua hal yang berkaitan dengan orang tersebut. Contohnya nama saya “Haidar Afif Maulana”

Scroll media sosial Cara terburuk untuk menghabiskan waktu

Waktu terus berjalan. Waktu terus di makan dan di gerus tiap hari. Tidak terasa hidup makin menuju ke ujungnya. Hidup ini ada batasnya.

Jangan gunakan banyak waktu kalian hanya untuk scroll di media sosial. Ada banyak hal yang lebih menarik dan bermanfaat bisa di lakukan.

Jangan hanya menjadi konsumer. Yang kerjaannya hanya melihat status, foto dan video orang lain. Jadilah creator.

Mulailah menulis, mengambil gambar, membuat video dan bagikan ke media sosial kalian. Jadilah creator. Itu adalah cara yang lebih baik untuk menghabiskan waktu.

Langsung Tutup media sosial jika sudah Selesai

Ketika saya membuka media sosial. Maka yang saya lakukan adalah membagikan hal bermanfaat dan sesekali memberi tanggapan baik ke status orang lain.

Setelah itu langsung tutup media sosialnya.

Keinginan untuk berselancar scroll sana sini di sosial media itu godaannya besar. Maka saya tidak membiarkan sosial media tetap bertengger di tab browser saya. Langsung saya tutup jika tujuan sudah selesai.

Gak usah nungguin ada yang like atau ada gak yang nanggapin hal yang kalian bagikan. Enggak penting. Tutup aja langsung.

Hapus App media sosial dari Smartphone

Smartphone adalah barang yang bisa di bilang paling banyak berinteraksi dengan kita. Dikit-dikit buka smartphone, pencet sana-sini, padahal gak ada tujuannya.

Akan sangat menggoda sekali kalau ada media sosial di smartphone kita. Pasti itu akan menjadi apps yang paling sering kita buka.

Maka saya memutuskan untuk menghapusnya. Hapus sekarang juga.

Kalau mau buka media sosial, jadi hanya bisa saya lakukan dengan komputer atau laptop.

Jangan Pedulikan Jumlah Like atau interaksi terhadap postingan di Media Sosial

Jumlah like atau interaksi yang terjadi di Akun Media Sosial kita itu adalah di luar dari kemampuan kita.

Kita tidak bisa memaksakan orang lain untuk tertarik dengan apa yang kita bagikan. Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk memberikan apresiasi terhadap apa yang kita buat dan bagikan di media sosial.

Jadi begini alur saya menggunakan media sosial.

Buat Content -> Share di Media Sosial -> Tutup Media Sosial -> Buat Content lagi dan terus berulang.

Saya tidak berhenti dan menunggu orang-orang menanggapi apa yang saya bagikan. Saya hanya bagikan dan tinggalkan.


Jika anda merasa artikel ini menarik dan bermanfaat, silahkan bagikan ke lingkaran pertemanan anda. Dan jangan lupa follow saya di medium untuk dapatkan tulisan seperti ini setiap minggunya. Subscribe juga channel youtube saya karena saya upload video tiap minggu

Tolong Like dan Share ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *