Malas Membaca , satu alasan kenapa saya Gagal jadi Programmer

Kata nya tingkat minat membaca di Indonesia itu masih rendah. Dan menurut saya itu yang membuat saat ini masih banyak yang gagal menempuh perjalanannya menjadi seorang programmer. Kenapa ?

Karena membaca adalah satu dari sekian kemampuan yang menjadi keharusan untuk di miliki seorang programmer.

Tapi…Tapi…

Programmer itu kan kerjaan nya berpikir dan mengetikkan solusinya dalam barisan kode.

Di mana bagian membacanya?

Banyak.

Membaca adalah gerbang bagi kita manusia untuk mendapatkan ilmu atau informasi. Sudah dari jaman dahulu, bangsa yang bisa dan rajin membaca adalah bangsa yang hebat.

Apalagi seorang programmer, ada banyak sekali hal-hal yang harus di baca, bahkan dalam keseharian nya penuh dengan membaca.

Di sini saya akan membagikan apa saja yang harus di baca oleh seorang programmer dan kenapa jika tidak membacanya akan membuat kita gagal menjadi seorang programmer.

Silahkan simak sampai akhir! 🙂


Membaca Dokumentasi

Merupakan satu keharusan bagi seorang programmer untuk membaca dokumentasi resmi yang di berikan oleh si pembuat bahasa pemrograman, library, framework atau package.

Karena di sana lah si creator membeberkan bagaimana cara menggunakannya.

Jadi jika kita menghadapi kendala dalam penggunaan tools, maka prioritas utama adalah untuk langsung menuju dokumentasi resmi dan mencari solusinya disana.

Bagaimana cara nya ?

Ketikkan saja di google misal “Nodejs Documention”.

Seorang pemula seperti saya sangat malas untuk membaca dokumentasi, dan lebih memilih untuk membaca dari artikel atau video di luar dokumentasi resmi yang padahal mereka yang buat artikel atau video itu pun sumbernya dari dokumentasi resmi.

Lalu bagaimana jika tidak ketemu solusinya di dokumentasi resmi?
Maka selanjutnya yang berperan adalah…

Membaca Stackoverflow && Github Issues.

Tak terpungkiri setiap tools open source yang kita gunakan pasti pernah terjadi bug.

Ketika  googling atas masalah dari tools yang kita gunakan, seringkali akan keluar website StackOverflow atau Github Issues.

Dan di sini peran membaca sangat lah penting.

Di StackOverflow, akan ada banyak orang yang memberikan jawaban terhadap satu pertanyaan.

Seringkali si pe-nanya sudah menandakan jawaban yang menurut dia paling benar .

Tapi.

Jawaban yang sudah di beri tanda, tidak selalu memberikan solusi.

Kesalahan kita adalah sering kali langsung tutup halaman stackoverflow nya dan mulai googling lagi. Padahal.

Harus nya kita baca juga seluruh jawaban yang lain. Karena mungkin saja dari semua jawaban yang tidak di tandai itu ada solusi untuk masalah kita. Dan ini sering saya alami.

Begitu juga dengan Github Issues.

Ketika terjadi kendala dalam penggunaan project / tools open source di github, pasti ada orang yang membuat issue di github repo nya.

Kendala itu baik dalam masalah penggunaan atau pun bug.

Tidak seperti stackoverflow yang si penanya bisa menandakan jawaban yang benar. Di Github Isssues, orang lain bisa memberikan response nya berupa emoticon.

Semakin banyak emoticon positif nya, itu seringkali menandakan bahwa response itu merupakan jawaban terbaik.

Sekali lagi, tapi.

Jangan hanya berpatokan kepada jawaban yang paling banyak mendapatkan emoticon positif. Karena mungkin saja jawaban itu tidak memberikan solusi buat kita, maka jangan langsung tutup halaman github issues nya tapi baca juga jawaban yang lain.

Karena bisa saja kita menemukan solusi, bahkan terhadap jawaban yang mempunya emoticon positif yang sedikit.

Code Review

Code Review, yaitu membaca dan menganalisa kode yang di buat oleh diri sendiri ataupun rekan lain merupakan satu keharusan.

Boleh jadi ketika kita selesai ngoding, kemudian mencoba jalankan aplikasi berjalan dengan baik. Tapi, walaupun sudah berjalan dengan baik, tetap saja kita harus review lagi kode nya.

Kita tidak bisa bilang kode kita bagus sampai di review oleh orang lain. Dan kita tidak bisa bilang kode rekan kita bagus sampai kita review kode nya.

Karena seringkali kita punya sifat angkuh. Bahwa kode saya ini sudah benar. Kita tidak bisa menilai diri sendiri.

Padahal kode yang berjalan belum tentu kode yang benar dan baik.

Kesalahan kita seringkali mengabaikan code review, karena mengannggap kode yang di buat sudah bisa berjalan.

Membaca Pesan Error

Ini yang paling bikin seorang pemula patah arang. Karena pusing tujuh keliling ngelihat aplikasi yang sedang dia buat memunculkan pesan error yang gak tahu apa masuk pesan nya.

Apalagi kalau pesan error nya warna merah.  Wah, sudah kelar, tutup laptop.

Bagi yang sudah jago ngoding, pesan error merupakan bantuan yang luar biasa berharga.

Tapi bagi pemula, pesan error itu ancaman luar biasa.

Kalian tahu alasannya?

Karena pesan error nya gak di baca.

Pesan error oleh pemula di pikir sebagai sebuah kesalahan, yang namanya kesalahan itu adalah hal negatif. Sehingga kalau berpikirnya sudah negatif, otak ini cenderung untuk menghindar kabur dan tidak mau berpikir.

Alhasil, daripada di baca dan di pahami pesan error nya, yang terpikirkan adalah “Aduh ini kenapa ya? Kok bisa gini sih? Harus ngapain nih? Nanya ke siapa ya?”

Bagi yang sudah jago, maka pesan error adalah hal yang positif. Karena mereka merasa terbantu sudah di beritahu hal yang harus di perbaiki.

Jadi jika kita menghadapi pesan error maka langkah nya adalah sebagai berikut:

  1. Baca dan pahami, seharus nya pesan error dalam bahasa inggris. Artinya kita tinggal artikan saja ke bahasa indoensia.
  2. Tidak bisa memahami nya, maka kita coba cari kata yang sama dengan nama file kode yang di buat. Jika ada berarti ada kesalahan di file kode yang kita buat.
  3. Cari angka, atau line , biasa nya itu menunjukkan di baris mana kesalahan itu terjadi. biasanya begini  at line 34:10 artinya kesalahan terjadi di baris ke 34, kolom ke 10. lalu tinggal cari nama file nya, dan menuju ke baris yang di sebutkan.
  4. Enggak ngerti juga maksudnya, copy error nya dan paste di google. Biasanya akan ketemu jawabannya.

Error itu ada 3.

  1. Kesalahan dalam penulisan syntax. Syntax yaitu tata cara penulisan kode, yang setiap bahasa pemrograman beda-beda aturannya. Misal di php di setiap akhir statemen wajib ada ;  tapi di javascript enggak. Untuk error ini yang paling gampang, karena tinggal baca baik-baik pesan error nya pasti bisa selesai.
  2. Kesalahan dalam penggunaan library, package, framework. Maka untuk ini kita harus baca cara penggunaannya baik-baik di dokumentasi resmi yang sudah para pembuat nya sediakan.
  3. Kesalahan Logika Pemrograman. Yaitu kita salah dalam  merancang sistem aplikasi yang sedang kita buat. Kesalahan ini yang biasa nya sulit untuk di tracking, karena mungkin aplikasi nya tidak mengeluarkan pesan error, tapi biasa nya aplikasi berjalan tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Maka untuk mengatasi ini, kita harus mereview ulang kode yang sudah di buat, mencari celah kesalahan dalam sistem yang di buat.

Jika anda merasa artikel ini menarik dan bermanfaat, silahkan bagikan ke lingkaran pertemanan anda, agar mereka dapat membaca artikel ini. Dan jangan lupa follow saya di medium untuk terus dapatkan tulisan seperti ini setiap minggunya.

Mau jadi Professional Programmer tapi bingung Jalannya? Yuk gabung dengan Andaglos Developer Academy.

Klik Disini Untuk Gabung Academy Mobile React Native.

Klik Disini Untuk Gabung Academy Fullstack Javascript.


Tolong Like dan Share ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *