My Programming Setup 2018

Akhir-akhir ini pertemanan facebook saya banyak yang share setup programming mereka. Saya gak mau ketinggalan juga, akan share programming setup saya di tahun 2018.

Versi video nya klik aja di atas dan jangan lupa kunjungi juga channel youtubenya disini. Udah ada banyak video tentang programming ūüôā

Kita mulai dari tools yang paling penting bagi programmer yaitu komputer atau laptop. 

Laptop

Karena kita gak bisa ngelakuin apa-apa tanpa ada nya komputer. Tapi dalam hal ini saya memilih untuk menggunakan laptop.

Yaitu Macbook Pro Mid 2012.

Ya 2012, kalian gak salah baca atau saya salah nulis. Tahun 2012, artinya sudah sekitar 6 sampai 7 tahun usia nya. Cukup tua untuk umur laptop.

Pertanyaannya, apakah masih wort it di pakai di tahun 2018 ??

Masih wort it. 

Saya gunakan laptop ini untuk ngoding, untuk compile apk, bahkan untuk rendering video masih lancar jaya. Ngegame CS Go pun masih lancar HAHA.

Pakai berbagai tools berat dapat terbuka dengan cepat dan booting nya hanya sekejap.

TAPI. ada syaratnya.

Berikut spek dari Macbook Pro mid 2012

  • Prosesor 2,5 GHz Intel Core i5
  • Memory 8 GB 1600 MHz DDR3
  • Hardisk 500 GB
  • Grafis Intel HD Graphics 4000 1536 MB

Dengan spek di atas, masih mumpuni untuk melakukan berbagai task tapi masih agak lambat, booting pun lambat.

Solusinya . Saya beli SSD 500 GB, di MB PRO mid 2012 ini masih ada slot DVD, nah DVD nya saya copot dan di pasang SSD. Lalu OSnya saya pindah yang tadinya di Harddisk di pindah ke SSD dan berbagai aplikasi saya install di SSD.

Jadi nya sangat wusssss. Gak kalah deh dengan Macbook Pro tahun 2015 – 2016.

Monitor

Layar dari Macbook Pro mid 2012 ini 13 inch. Yang menurut saya kurang besar untuk di pakai lama-lama kurang nyaman.

Jadi saya memilih untuk menggunakan eksternal monitor dari Acer berukurang 24 Inch. 

Ukurannya sangat pas, tidak terlalu besar seperti TV dan tidak terlalu kecil seperti laptop kebanyakan.

Sehingga saya bisa melihat codingan dengan jelas dan bisa dengan nyaman membuka banyak window tapi harus menyipitkan mata.

Lalu yang tidak kalah penting adalah layar dari monitor saya ini soft, jadi gak silau ke mata, jadi gak gampang pusing.

 Keyboard

Untuk urusan ketik-ketik saya menyerahkan kepada Fantech MK881 PANTHEON Mechanical Gaming Keyboard.

Dengan harga sekitar 500 ribuan, sudah dapat mechanical keyboard blue switch yang suaranya ketikannya mantap dan sangat nyaman untuk di tekan.

Terlebih lagi untuk usia pemakaiannya gak perlu di ragukan lagi untuk blue switch ini sampai 50 juta kali ketik. 

Pakai keyboard bawaan macbook sudah nyaman, tapi menurut saya kalah nyaman dengan mechanical keyboard, karena rasa tekanan saat mengetiknya kurang berasa.

Udah gitu ada backlit led yang keren, dengan berbagai mode yang bisa di setting.

Mouse

Tangan saya ini lumayan besar, jadi saya memilih mouse gaming dari Rexus, yang biasanya mouse gaming itu ukurannya besar-besar. Sehingga akan nyaman di genggaman telapak tangan saya yang besar.

Tak lupa juga di Mouse gaming pastinya ada led backlit nya hehe, pasti bakal keren di pandang.

Headset

Untuk urusan suara saya serahkan kepada Fantech Captain HG14 Headset Gaming. Fitur nya yang sudah virual sound 7.1, sangat memanjakan telinga saya, terlebih bantalan nya yang sangat lembut dan empuk tidak membuat gerah telinga saya.

Suara juga menjadi hal yang penting karena saya suka mendengar musik ketika kerja. Musik favorit saya itu bergener Lo-fi Beat yang hanya instrumen saja, bikin nyaman dan semangat. Saya gak suka musik yang ada suara orangnya, karena menurut saya malah ganggu konsentrasi.

Selain untuk mendengar music, saya juga sering mengedit video baik video screencast atau video untuk di youtube, sehingga saya butuh headset agar suara dapat terdengar dengan baik dan jelas.

Alasan lain selain dari suaranya yang bagus adalah mic nya. Saya butuh mic untuk membuat video screencast.

Sebelum membeli headset ini saya menggunakan mic samson meteor, yang sekarang harganya sedang naik-naiknya sampa 1 juta lebih. Tapi menurut saya terlalu ribet untuk pakai mic samson ini. Karena harus cabut dan colok kabel usb nya, harus ngepasin posisinya ke mulut kita.

Karena keribetan itu, akhirnya sekarang saya lebih memilih menggunakan mic dari headset gaming fantech ini. Selain gak ribet, juga sudah ada noise canceling. Sehingga suara sangat jernih dan tidak terganggu dengan keributan di sekitar saya.

Dari sisi tampilan gak di ragukan lagi sangat eyecatchy, karena LED merah yang menyelimuti headsetnya.

Kursi

Programmer pasti akan banyak menghabiskan waktunya dengan duduk. Maka kursi ini menjadi hal yang sangat penting bagi programmer, baik dari segi kenyamanan dan kesehatan.

Dan untuk kursi saya serahkan kepada Kursi Gaming Rexus RGC 102.

Sangat nyaman di gunakan karena bantalan nya yang empuk. Ada bantal untuk punggung kita, sehingga menjaga punggung tetap lurus dan ada bantalan untuk kepala juga.

Dan kalau lagi capek sandarannya bisa di miringkan sampai ke posisi tidur.

Arm rest juga menjadi bagian yang penting, karena lengan saya jadi ada tempat untuk bersandar ketika ngetik, sehingga lengan ini gak terlalu lelah ketika ngetik.

Juga pastinya, tampilan dari kursi gaming ini gak di ragunakan lagi ketampanannya ya haha disini saya milih warna biru tosca, karena biru adalah salah satu warna kesukaan saya.

Warna kesukaan saya itu biru, merah seperti headset saya dan hitam.

Software

Kita mungkin sudah bahas bagian fisik dari programming setup saya, sekarang masuk ke software apa aja yang sering saya gunakan sebagai programmer.

Text Editor

Text editor adalah teman harian programmer, maka saya memilih menggunakan Visual Studio Code. 

Tapi, VS Code saya mungkin tidak sama dengan yang kalian gunakan karena di sini saya menggunakan settingan vim. 

Karena sebelumnya saya vim user. Dan sudah sangat terbiasa ngoding dengan cara vim. 

Bahkan saya sudah terbiasa untuk tidak menggunakan mouse dan arrow key untuk memindahkan kursor.

Orang-orang bilang katanya kalau udah pakai vim, gak bakal bisa keluar lagi HAHA.

Maka saya menggunakan plugin vim, agar saya bisa ngoding dengan cara vim di VS Code.

Screencast

Sebagai screencaster, maka saya butuh software handal untuk membuat dan mengedit video screencast, dan pilihan saya jatuh ke screenflow. Karena penggunaannya yang sangat mudah. Sehingga proses pembuatan video screencast saya jadi lebih cepat.

Video

Akhir-akhir ini saya juga lagi sering bikin video dan mungkin sampai dengan seterusnya saya akan membuat video setiap minggu nya bahkan setiap harinya. 

Maka saya butuh video editor yang mudah dan handal, pilihan saya jatuh ke Filmora Video Editor. 

Walaupun harus bayar, harganya sangat worth it dengan hasilnya.

Kamera

Membuat video tentunya saya butuh kamera, dan di sini saya menggunakan dua kamera.

Kamera utama yaitu Kamera Mirrorless dari Fujifilm X-A20 yang hasil foto dan video nya lumayan bagus serta hasil rekaman audionya sudah cukup jelas sehingga saya tidak perlu membeli mic eksternal.

Kamera cadangan yaitu Kogan Action Camera 4K. Kamera ini biasanya saya gunakan ketika mau ngerekam di tempat-tempat yang gak mungkin saya pakai kamera mirrorless. Karena ini action cam, sehingga bisa tahan air dan ukurannya juga yang kecil bisa dengan mudah nyelip dimana-mana.


Jika anda merasa artikel ini menarik dan bermanfaat, silahkan bagikan ke lingkaran pertemanan anda. Dan jangan lupa follow saya di medium untuk dapatkan tulisan seperti ini setiap minggunya. Subscribe juga channel youtube saya karena saya upload video tiap minggu

Tolong Like dan Share ya !

Tolong Like dan Share ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *