Penerapan OOP dalam Javascript (Part 2)

Getter dan Setter

Photo by Craig McLachlan on Unsplash

Setelah pada artikel sebelumnya kita membahas mengenai constructor, property, class method dan static method. Kali ini sebagai lanjutan kita akan membahas mengenai getter dan setter.

View story at Medium.com

Di bawah ini adalah contoh script sebelumnya yang tidak menggunakan getter dan setter.

https://gist.github.com/haidarafif0809/8531fb177f28ad663615e63da3a51c0d

Nah, sedangkan kode dibawah ini contoh script ketika sudah menggunakan getter dan setter.

https://gist.github.com/haidarafif0809/36fd8a3fe52d479236297e3c5fd0b3e6

Oke, kita mulai dari getter.

Dengan menggunakan getter maka kita tidak akan mengakses data raw secara langsung dari property yang ingin kita akses, melainkan melalui sebuah method getter yang kan mengambil dan mengolah data nya sebelum di return. Seperti namanya, getter, artinya mengambil.

Getter mengambil data dari property asli lalu di return atau bisa juga sebelum di return, datanya di olah terlebih dahulu, misalnya melakukan pengecekan null atau tidak null.

Seperti contoh script get color di atas. Sebelum data di return, property this._color di olah lebih dahulu dengan menambahkan beberapa text di depannya. Maka ketika kita memanggil car.color pada contoh di atas maka akan mengembalikan string dengan nilai Warna Mobilnya Adalah Merah

Selesai dengan getter, langsung ke setter.

Setter merupakan kebalikan dari getter yang mengambil nilai property. Setter digunakan untuk meng-assign nilai ke property. Jika kita ingin agar data di olah terlebih dahulu sebelum di masukkan ke property aslinya, maka kita membutuhkan setter.

Seperti contoh script di atas, sebelum data merah di masukkan ke this._color maka di tambahkan dulu string keren di belakangnya baru di assign ke this._color .


Secara sederhana, sebenarnya getter dan setter hanya seperti itu, jadi kalau kita mau data dari property diolah dulu sebelum di tampilkan maka gunakan getter dan jika data ingin di olah dulu sebelum di assign ke property maka gunakan setter. Gunakan dengan bijak hehe.

Jika anda merasa artikel ini menarik dan bermanfaat, silahkan berikan claps 👏 👏 sebanyak-sebanyaknya dan bagikan ke lingkaran pertemanan anda, agar mereka dapat membaca artikel ini. Dan jangan lupa follow saya di medium untuk terus dapatkan tulisan seperti ini setiap minggunya.

Tolong Like dan Share ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *