Pusing itu sendiri adalah alasan kita jadi Programmer

Apa alasan kalian menjadi Programmer?

Mencari uang? Memberikan manfaat? Menyebarkan kebaikan? Menyelesaikan masalah?

Mungkin ada beribu alasan atau tujuan berbeda dari masing-masing pribadi kita.

Tapi yang paling penting adalah bukan soal tujuannya. Bukan lah soal hasil akhirnya.

Ini semua soal menikmati proses nya.


Kita semua memiliki keinginan untuk menjadi atau mendapatkan yang terbaik dalam hidup kita.

Kita semua ingin keluarga yang baik, pekerjaan yang ringan dan menyenangkan, rumah yang megah dan mewah.

Semuanya, setiap individu kita pada dasarnya menginginkannya. Tapi kenapa tidak semua nya dapat mencapainya. Melainkan hanya segelintir saja.

Karena ini bukan soal mencintai hasil akhir nya. Tapi soal mencintai prosesnya.

Ketika saya masih SD, saya sering sekali menggambar manga, mulai dari naruto, sampai favorit saya yaitu sasuke. Hampir setiap hari saya gambar manga

Saya dibelikan banyak buku tutorial nya, mungkin sudah hampir habis 1 juta hanya untuk membeli buku-buku tutorial cara menggambar manga saat itu saya SD.

Gak cukup bukunya, saya dibelikan pena khusus untuk menggambar komik manga, yang harga nya gak murah mungkin sekitar 200 ribu waktu itu dan buku gambar khusus. Setiap sela pelajaran sekolah, dan pulang sekolah. yang saya lakukan adalah menggambar manga.

Banyak teman yang mengatakan gambar yang saya buat bagus, dan saat itu saya mulai berpikir, nanti saat besar saya akan menjadi seroang komikus saja karena seperti nya menyenangkan banyak orang yang memuji dan menikmati hasil karya kita lewat komik, apalagi saya ngebayangin diri saya bisa jadi seperti Masashi Kisimoto, yang karya naruto nya sangat mendunia.

Bahkan saat itu saya berencana ketika smp ingin masuk ke sekolah manga di jakarta yaitu Machiko Manga School, yang saat ini ternyata saya pun baru tahu kalau sekolah manga itu sudah tutup.

Waktu pun berjalan … 

Di SMP saya kadang-kadang saja menggambar, walaupun saat itu saya masih di bilang yang tergolong jago menggambar. Tapi hasrat itu mulai hilang. 

Sampai kemudian saat ini saya memilih menjadi seorang programmer.

Saya bukannya membuang mimpi untuk menjadi seorang mangka. Tapi sepertinya saya hanya mencintai hasil akhir nya saja. Tapi tidak menikmati proses nya.

Bayangan saya menjadi seorang komikus yang sukses itu saya cintai, tapi proses menuju ke sana nya ternyata tidak.

Kita semua mencintai pemandangan indah dari puncak gunung, tapi tidak semua dari kita cinta untuk menderita, capek dan letih ketika mendaki gunung.

Kita sering terlena dalam bayangan hasil akhir yang menyenangkan dan membahagiakan. Padahal hasil akhir yang bahagia itu sebenarnya tidaklah ada. 

Karena ketika kita sudah mencapai apa yang ada dalam bayangan kita, maka kebahagiaan itu hanya sementara dan akan muncul masalah lain lagi.

Terus begitu tidak ada ujungnya, sampai kematian menyelesaikan langkah kita.

Hidup ini adalah tentang masalah, ujian, penderitaan, cobaan. Sebagus apa dan sesabar apa kita menjalani semua masalah itu, maka itu lah titik kemenangan kita.

Hasil akhir bukanlah tujuan, melainkan berusaha adalah tujuan, menjalaninya adalah tujuan, bergerak adalah tujuan.

Jadi kalau kita sedang berada di perjalanan karir seorang programmer, maka jalanilah, kerjakanlah, hadapilah semua tantangan, cobaan, dan kepusingan yang akan menjadi makanan harian seorang programmer.


Jika anda merasa artikel ini menarik dan bermanfaat, silahkan bagikan ke lingkaran pertemanan anda, agar mereka dapat membaca artikel ini. Dan jangan lupa follow saya di medium untuk terus dapatkan tulisan seperti ini setiap minggunya.

Mau jadi Professional Programmer tapi bingung Jalannya? Yuk gabung dengan Andaglos Developer Academy.

Klik Disini Untuk Gabung Academy Fullstack Javascript.

Klik Disini Untuk Gabung Academy Mobile Dev React Native.

Tolong Like dan Share ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *